| Tokoh Dunia | |
|
Nama Ibnu Sina semakin
melejit tatkala ia mampu menyembuhkan penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu
Mansoor. Saat itu ia baru berusia 17 tahun. Sebagai penghargaan, sang
raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, setidaknya sementara selama
sang raja dalam proses penyembuhan. Namun Ibnu Sina menolaknya dengan
halus. Sebagai imbalan ia hanya meminta izin untuk menggunakan
perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Tujuannya adalah mencari
berbagai referensi dasar untuk menambah ilmunya agar lebih luas dan
berkembang. Kemampuan ibnu Sina yang cepat menyerap berbagai cabang ilmu
pengetahuan membuatnya menguasai berbagai macam materi intelektual dari
perpustakaan Kerajaan pada usia 21.
Setelah ayahnya wafat, ia meninggalkan Bukhara karena
gangguan politik dan pergi ke kota Gorgan, yang tekenal dengan
kebudayaannya yang tinggi. Dia diundang dengan tulus oleh Raja
Khawarizm, pelindung besar kebudayaan dan pendidikan. Di Gorgan ia
membuka praktek dokter, bergerak dalam bidang pendidikan, dan menulis
buku. Setelah itu, Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalannya, antara lain
ke Kota Ravy dan Kota Hamadan.
Sampai kini ilmunya yang ditulis dalam buku "Al Qanun Fi al-Tib" tetap menjadi
Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073 atau tanggal 1
Ramadhan 428 Hijriah di usianya yang ke-58, saat ia kembali di kota yang
disukainya, Hamadan, Iran. Walau ia sudah meninggal, namun berbagai
ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk mengobati berbagai penyakit
yang kini diderita umat manusia.
| |
Bapak Kedokteran Dunia
Diposting oleh
Fahri Adam
|
Minggu, 09 Maret 2014


0 komentar:
Posting Komentar