Kehebatan Frostbite Engine 3.0 memang tidak hanya membuat mode single player Battlefield 4 memanjakan mata, tetapi juga mode multiplayernya. Bahkan boleh terbilang, engine ini justru memperlihatkan tajinya di mode yang satu ini. Kurang lebih ada 10 map yang bisa Anda cicipi sejak hari pertama, dengan daya tarik yang berbeda-beda. Satu yang pasti, setiap darinya memang menawarkan desain yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi efektif untuk menghasilkan sebuah atmosfer perang epik nan dramatis di dalamnya. Lihat saja bagaimana Anda bisa menemukan kehancuran dalam skala yang total di Siege of Shanghai, atau bagaimana Paracel Storm menghadirkan badai dan efek cahaya yang dramatis di dalamnya. Desain ini akan terus membuat Anda terperangkap.
Namun tidak hanya soal itu saja. Seperti pesona seri-seri Battlefield sebelumnya, setiap map dibangun untuk mengakomodasi semua kebutuhan gaya permainan, tetapi sekaligus mempertahankan kesan perang besar yang menjadi daya tarik utama. Selalu ada tempat tinggi untuk memaksimalkan potensi Anda sebagai seorang sniper, atau berbagai lorong untuk membantu pertarungan jarak dekat. Ada segudang kendaraan berat sekelas tank dan pesawat yang akan saling berhadapan dan memastikan kontrol yang lebih baik di ruang kekuasaan mereka masing-masing. Salah satu yang diperkuat di Battlefield 4? Bagaimana DICE kini juga memastikan lebih banyak wilayah air untuk mengakomodasi kendaraan spesifik yang bisa digunakan dalam pertempuran. Kombinasi perang darat, laut, udara, dan infantri inilah yang membuat seri ini begitu memesona.
DICE
sendiri tampaknya sangat serius untuk memastikan setiap map mampu
mengakomodasi pertempuran di tiga sektor utama; darat, laut, dan udara.
Engine next-gen terbaru ini juga memungkinkan DICE untuk menyuntikkan lebih banyak kehancuran. Bosan dengan pintu? Just make a new one with your grenade launcher!
Map
yang super luas memang membuat para pemula sebagai mangsa yang paling
mudah untuk dihabisi. Butuh waktu dan serangkaian proses trial dan
error, untuk membantu Anda menguasai map dan mengetahui titik-titik
ancaman yang paling berbahaya.
Untungnya, DICE menyediakan cukup banyak map dengan daya tarik yang berbeda-beda. Anda yang sering tewas dan sulit beradaptasi di map luas dengan penuh ancaman dari kendaraan-kendaraan berat dan sniper, atau belum memiliki perlengkapan yang cukup kuat untuk tampil berimbang selalu punya alternatif untuk bermain di map spesifik yang menihilkan itu semua. Jika Battlefield 3 menyediakan Operation Metro, maka di Battlefield 4, Anda bisa menjajal pengalaman yang lebih optimal di map dengan cita rasa yang tidak banyak berbeda – Operation Locker. Dengan fokus pada perang antar infantri yang lebih banyak dihiasi ruang tertutup, ini adalah map terbaik untuk membiasakan diri dan tentu saja – memperkuat karakter Anda sebelum menuju ke map yang lebih besar.
Anda
yang belum siap berhadapan dengan perang dalam skala yang masif, dapat
membiasakan dan memperkuat diri terlebih dahulu di map yang lebih
tertutup – sekelas Operation Locker misalnya.
BAM!
Trial dan error, bersabar, dan bermain sesuai dengan peran Anda akan membantu pengalaman Battlefield 4 yang jauh lebih optimal. Setidaknya mencegah Anda mati berulang kali tanpa alasan yang jelas, seperti yang sempat terjadi di kami selama beberapa jam awal permainan. Karena ia hadir dalam skala yang jauh lebih masif, tidak hanya secara horizontal, tetapi juga vertikal.
Levolution – Sang Fitur Utama
Jauh
sebelum dirilis, DICE memang sudah memperkenalkan Levolution sebagai
fitur utama untuk menghasilkan gameplay yang lebih dinamis.
Levolution sendiri memang diposisikan sebagai fitur utama yang terus “dijual” DICE sejak awal pengenalan Battlefield 4 ke depan publik. Untuk setiap map yang ditawarkan, ada satu kejadian dramatis yang bisa dipicu dan berpotensi untuk mengubah terrain map default yang ada dan gaya permainan Anda secara real-time. Jika dilihat dari signifikansi yang ada, sayangnya tidak semua Levolution ini akan berpengaruh besar pada gaya Anda bermain. Runtuhnya gedung raksasa seperti Hainan Resort atau Siege of Shanghai memang memperlihatkan kesan dramatis, namun penambahan efek debu bukanlah sesuatu yang akan secara otomatis mengubah strategi Anda bermain. Salah satu yang cukup signifikan hanyalah Flood Zone, dimana banjir yang melanda akan secara otomatis mengubah pertempuran darat menjadi pertempuran air secara tiba-tiba. Gerak pasukan infantri yang menginfiltrasi lewat jalur air tentu saja lebih sulit dilihat daripada ketika Flood Zone berada dalam kondisi kering. Pertempuran menjadi lebih intens di atas gedung, sembari melihat pergerakan kapal yang kini mendominasi Flood Zone yang terendam. Map-map seperti Paracel Storm dan Golmud Railway akan memberikan ekstra tendangan di sisi ofensif jika berhasil memicu Levolution yang ada. Senapan mesin untuk menjaga teritori Anda? Hell, you need to take it! Levolution paling mengecewakan? Jatuh pada Lancang Dam – bendungan besar yang berusaha Anda robohkan ini ternyata tidak memuat ekstra air apapun selain menutup satu area dan menawarkan debu. How lame…
Tidak
semua Levolution menghasilkan dampak area yang signifikan. Salah satu
yang paling kentara adalah – Flood Zone, dimana pertarungan darat
otomatis berubah menjadi air ketika Anda menghancurkan penahan air yang
berada di tepi map.
Namun
tidak sedikit juga yang mengecewakan dan berada di luar ekspektasi
seperti Lancang Dam ini. Mengharapkan air bah meluncur dari bendungan
besar ini, Anda justru hanya dihadapkan pada puing-puing besar yang
menambahkan efek debu di sekitaran map.


0 komentar:
Posting Komentar