Newest Post

Upgrade Windows XP Dapat Potongan Rp550 Ribu?

| Selasa, 08 April 2014
Baca selengkapnya »
(Foto: Bgr)   CALIFORNIA - Microsoft mengumumkan penawaran menarik, di mana pengguna yang melakukan upgrade dari OS Windows XP ke komputer Windows 8.1, akan mendapatkan uang USD50 atau sekira Rp550 ribu.

Dilansir BGR, Selasa (18/3/2014), Microsoft telah mengumumkan peringatan bagi pengguna Windows XP bahwa sistem operasi ini akan berakhir pada 8 April 2014. Dengan demikian, perusahaan akan menghentikan update pada OS tersebut.

Pengguna akan mendapatkan potongan USD50 apabila membeli komputer baru dengan OS Windows 8.1 Beberapa perangkat yang tersedia seperti laptop layar sentuh Asus VivoBook X200CA-9BCT yang dijual dengan harga USD279.

Pengguna akan mendapatkan sertifikat hadiah USD50 untuk Microsoft Store. Selain itu, pengguna juga bisa memilih untuk membeli tablet Dell Venue 8 Pro 32GB dengan harga USD229.

Kesempatan ini hanya berlaku mulai 17 Maret - 30 April 2014. Kabarnya, pengguna yang mengambil kesempatan dari penawaran ini akan mendapatkan keuntungan menarik seperti layanan chat, telefon premium gratis, serta 'sales support' selama 90 hari setelah pengguna meng-upgrade ke perangkat Windows 8.1.

Upgrade Windows XP Dapat Potongan Rp550 Ribu?

Posted by : Fahri Adam
Date :Selasa, 08 April 2014
With 0komentar

Australia 'Buang' Windows XP

|
Baca selengkapnya »
Ilustrasi (Foto: Reuters)   CANBERRA - Masa pensiun Windows XP tinggal menghitung hari, meski tidak semua pengguna berhenti menggunakan sistem operasi (OS) tersebut. Namun setidaknya, mayoritas pengguna Windows XP di Australia sudah beralih ke OS yang lebih baru.

Kabar baik migrasi pengguna dari Windows XP ini diungkapkan oleh Product Marketing Manager Microsoft Australia, Emmanuele Silanesu. Dia mengklaim Australia sebagai negara maju dalam perkembangan teknologi.

"Kami semua di Australia sudah cukup maju dalam teknologi, kami adalah pengadopsi awal teknologi baru," tutur Silanesu, seperti dilansir Softpedia, Kamis (27/3/2014).

Menurut data perusahaan riset StatCounter, pengguna Windows XP berkurang karena beralih ke OS yang lebih baru seperti Windows 8. Windows 7 tetap menempati posisi pertama di pasar OS Australia dengan pangsa pasar 43,92 persen.

Posisi kedua dan ketiga ditempati OS X dan iOS. Windows 8 berada di posisi berikutnya dengan pangsa pasar 7,01 persen, diikuti Windows XP dengan 6,83 persen.

Semenara itu, Windows 8.1 yang diperkenalkan oleh Microsoft pada Oktober 2013 hanya memiliki pangsa pasar 5,29 persen untuk periode Maret 2014.

Australia 'Buang' Windows XP

Posted by : Fahri Adam
Date :
With 0komentar

Saran Ahli Komputer untuk Pengguna Setia Windows XP

|
Baca selengkapnya »
Screenshot.   REDMOND - Analis mengatakan pengguna Windows XP harus menyingkirkan sistem operasi tersebut dari komputernya sesegera mungkin menjelang tanggal kadaluarsanya pada 8 April nanti.

Analis sekaligus wakil pimpinan perusahaan riset Gartner, Michael Silver, menyarankan pengguna Windows XP secepatnya bermigrasi ke OS terbaru seperti Windows 7 dan Windows 8 untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Namun apabila pengguna masih kukuh pada pendiriannya menggunakan Windows XP, ia menyarankan penggunaan komputer yang sangat hati-hati.

"Kurangi pemakaian dengan mesin bersistem operasi Windows XP, batasi pemakaian hanya untuk penggunaan aplikasi terjamin aman," kata Silver seperti dikutip dari blog resmi Gartner, Jumat (4/4/2014).

Silver mewanti-wanti pengguna Windows XP yang tetap ingin menjalankan OS jadul tersebut agar tidak menjalankan software atau aplikasi yang tak jelas. Ia juga menyarankan untuk menghindari penggunaan internet seperti web browsing dan membuka layanan email.

Selain itu Silver juga memberi saran agar pengguna Windows XP memindahkan semua data miliknya yang penting pada komputer yang lebih aman atau media penyimpanan.

Namun jika memungkinkan untuk melakukan migrasi sistem operasi, Silver menyarankan pengguna Windows XP beralih ke Windows 7 karena prosesnya lebih cepat ketimbang pindah ke Windows 8.

Saran Ahli Komputer untuk Pengguna Setia Windows XP

Posted by : Fahri Adam
Date :
With 0komentar

Minta Kelonggaran Windows XP, Belanda Bayar Microsoft

|
Baca selengkapnya »
AMSTERDAM - Pemerintahan Belanda dilaporkan membayar kepada Microsoft untuk memberikan perpanjangan jangka waktu dukungan terhadap Windows XP. Hampir 50 ribu komputer di Belanda masih menjalankan Windows XP.

Berdasarkan laporan dari Webwerald, Selasa (8/4/2014), pemerintahan Belanda bernegosiasi dengan Microsoft untuk memberikan perpanjangan masa dukungan Windows XP di Belanda hingga April 2015. Jumlah komputer bersistem operasi Windows XP yang akan diebrikan masa perpanjangan waktu di Belanda antara 34 ribu hingga 40 ribu unit.

Belum diketahui berapa harga yang dibayarkan oleh pemerintahan Negeri Kincir Angin tersebut kepada perusahaan asal Redmond tersebut. Namun untuk perbandingan, pemerintah Inggris yang juga meminta perpanjangan masa dukungan untuk 800 ribu unit komputer ber-OS Windows XP membayar hingga Rp103,2 miliar kepada Microsoft.

Sebagaimana sudah berkali-kali diwartakan, Microsoft akan menghentikan dukungannya terhadap Windows XP per 8 April 2014 waktu London, atau 9 April dini hari WIB nanti. Imbas dari tak ada lagi dukungan Microsoft terhadap Windows XP adalah banyaknya virus berbahaya dan kerentanan komputer terhadap serangan hacker.

Minta Kelonggaran Windows XP, Belanda Bayar Microsoft

Posted by : Fahri Adam
Date :
With 0komentar

Iran Otak Serangan Cyber Bank AS

|
Baca selengkapnya »
Ilustrasi (Foto: CNET) WASHINGTON - Sejumlah bank Amerika Serikat (AS) menjadi target serangan cyber beberapa bulan lalu. Meski belum diketahui otak dibalik serangan tersebut, namun pejabat pemerintah yang merangkap sebagai peneliti keamanan mengatakan bahwa Iran merupakan pihak yang bertanggung jawab. 

"Pemerintah AS yakin bahwa Iran berada di balik serangan ini," kata mantan pejabat pemerintah AS yang sekaligus ahli keamanan komputer di Center for Strategic and International Studies di Washington, James A. Lewis.

Dalam serangan yang ditujukan ke sejumlah bank ternama di AS termasuk Wells Fargo, J.P. Morgan Chase, Bank of America, Citigroup, HSBC, dan masih banyak lagi, para peretas membanjiri situs bank tersebut dengan lalu lintas palsu, yang dikenal sebagai serangan Distributed Denial of Services (DDoS). Demikian dilansir CNET, Rabu (9/1/2013).

"Jumlah bandwith yang membanjiri website sangat besar, jauh lebih besar dari serangan lainnya, ini belum pernah terjadi sebelumnya," sebut Chief Executive dari perusahaan kemanan swasta, CrowdStrike, Dmitri Alperovitch.

Akibat serangan ini, sejumlah layanan kepada pelanggan pun terganggu. Meski tidak ada data atau informasi penting yang dicuri dari serangan, namun ahli kemanan percaya, ini merupakan bukti serangan DDoS digerakkan oleh sebuah negara.

Sementara itu, sebuah grup tak dikenal "pejuang maya Izz ad-din Al qassam" mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Kelompok tersebut berdalih, serangan dilakukan menyusul pemuatan video kontroversial yang mengejek Nabi Muhammad beredar di YouTube.

Meski begitu, para pejabat yakin bahwa Izz Ad-din Al qassa merupakan upaya untuk menutupi keterlibatan Iran dalam aksi tersebut. 

Perang saraf Iran dan AS di jagad Maya
Iran dan AS diketahui memiliki hubungan yang kurang baik. AS dilaporkan melancarkan serangan cyber ke fasilitas pembangkit listrik, perusahaan minyak, dan fasilitas nuklir Iran dengan  meluncurkan tiga virus yakni Flame, Stuxtner, dan Duqu.

Serangan terhadap sejumlah bank dikatakan bukan akhir dari perang saraf antara Iran dan AS di jagad maya. Laporan yang diterbitkan oleh McAfee pada Desember lalu memperingatkan, serangan secara massal ke bank-bank AS akan berlanjut di 2013.

Dalam laporan tersebut, sejumlah isu seperti militer, agama, politik, dan isu ekstrim akan menjadi landasan sejumlah pihak untuk melancarkan serangan cyber. "Mulai sekarang tidak ada bank-bank AS yang aman dari serangan kami," tulis Izz ad-din Al Qassam di Pastebin pekan lalu. 

Iran Otak Serangan Cyber Bank AS

Posted by : Fahri Adam
Date :
With 0komentar

Korsel Siapkan Rp89 Triliun untuk Keamanan Cyber

|
Baca selengkapnya »
Ilustrasi (Foto: Mashable)   SEOUL - Korea Selatan (Korsel) memiliki perhatian besar terhadap keamanan cyber. Awal bulan ini, Korsel mengumumkan niatnya untuk menyiapkan dana sebesar 10 triliun won atau sekira Rp89 triliun (Rp8.95 per 1 won) hingga 2017 untuk keamanan cyber.

Dilansir Softpedia, Jumat (19/7/2013), bukan hanya menyiapkan dana dalam jumlah besar, Korsel juga berencana melatih 5 ribu ahli keamanan cyber. Menurut Yonhap News Agency, pada Kamis (18/7), pada pejabat mengumumkan bahwa pemerintah Korsel berencana untuk meningkatkan jumlah ahli keamanan hingga tiga kali lipat pada akhir tahun ini.

Tahun lalu, pemerintah Korsel telah melatih sekira 70 orang. Namun Kementerian Keamanan dan Administrasi Publik ingin menambah ahli keamanan menjadi 200 orang.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh kandidat ahli keamanan ialah harus memiliki pengalaman selama enam tahun dalam pengembangan software. Menurut catatan kementerian, kandidat harus terlebih dahulu melewati proses pengujian dan pelatihan yang akan memungkinkan mereka bekerja sebagai ahli yang disponsori negara.

Banyaknya serangan cyber yang diarahkan kepada Negeri Ginseng pada tahun ini menjadi alasan pemerintah meningkatkan jumlah ahli keamanan Teknologi Infomasi (TI). Korea Utara (Korut) disebut sebagai pihak yang bertanggungjawab atas serangan-serangan tersebut.

Korsel Siapkan Rp89 Triliun untuk Keamanan Cyber

Posted by : Fahri Adam
Date :
With 0komentar

Peretas Ingatkan Israel Awal dari Cyberwar!

|
Baca selengkapnya »
Foto: AFP JAKARTA - Sejumlah peretas (hacker) dari Anonymous ambil bagian dalam operasi melawan Israel, OpIsrael. Hasilnya mereka menerbitkan dokumen yang berisi rician lima ribu nama pejabat Israel.

"Ini menjadi perhatian kami bahwa pemerintah Israel telah mengabaikan peringatan tentang pelanggaran hak asasi manusia, "tulis hacker dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Softpedia, Senin (19/11/2012).

Bahkan, para hacker mengingatkan para serdadu dan pasukan keamanan internet Israel bahwa mereka telah memulai cyberwar,"November 2012 akan menjadi bulan yang meningatkan para tentara dan pihak keamanan internet Israel bahwa ini akan berubah menjadi cyberwar," tegas hacker.

Sementara itu, data informasi pejabat yang diungkap Anonymous masih simpang siur, sebelumnya dikutip dari TheNextWeb, mereka berhasil membobol tiga ribu orang penting yang mendanai Israel termasuk dengan alamat dan nomor telefon.

Dalam file di situs berbagi Pastebin, situs tersebut menginformasikan terdapat satu Senator Amerika Serikat Daniel Inouye yang berjuang melawan Nazi dalam Perang Dunia II dan mengembangkan hubungannya yang cukup erat dengan israel sebagai politisi.

Selain itu, mantan senator AS lainnya juga terungkap - Spencer Abraham, Christopher Bond, John Breaux, Alfonse D’Amato, dan Rod Grams - dan dan sejumlah orang penting lainnya di luar pemerintahan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti apakah nomor telefon dan informasi lainnya cukup akurat dengan nama-nama tersebut. Meskipun, bocoran informasi dari Anonymous dikenal dengan akurasinya dan nama-nama lain dalam daftar tersebut mungkin akan menggegerkan dunia internasional.

Peretas Ingatkan Israel Awal dari Cyberwar!

Posted by : Fahri Adam
Date :
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲